#CERITAIN: BINGUNG PADA PILIHAN
Dear kang yusup
Namaku sebut saja Budi, usiaku 24 tahun. Langsung saja ya kang.
Masalah muncul ketika sekarang aku menjalin hubungan dengan 2 orang perempuan sekaligus. yang sama sama tahu bahwa mereka sedang berbagi hati satu dengan yang lain. Perempuan pertama sudah 6 tahun menjalin hubungan denganku. Sedangkan perempuan kedua baru sekitar 2 tahun yang lalu.
Memang aku sudah bekerja, tapi aku bukan lelaki kaya raya, biasa-biasa aja. Aku juga nggak ganteng-ganteng amat. Entah kenapa dua orang perempuan baik-baik dan berpendidikan, sekaligus aku yakin nggak punya gejala rabun dekat ini mau aku dua kan. Ketika aku mengatakan kepada perempuan pertama bahwa aku telah jatuh cinta lagi, dia mengatakan rela bila aku menjalin hubungan dengan yang lain. Dan perempuan keduapun sudah tahu menahu bahwa aku sudah ada yang punya
Kepikiran aku ingin menikahi saja keduanya dan berpoligami. Namun pasti orang tua kedua perempuan ini tidak akan setuju anak kesayangan mereka di madu. Bagaimana saya harus menentukan sikap?
Makasih kang,
Jawab
Dear Budi yang bejo-nya ngaudzubillah...
Jujur, saya tak ragu untuk menyebutmu sebagai pria yang sangat amat bejo (beruntung). Dan bejo yang kamu miliki adalah semacam bejo yang diduplikasi, bejo yang double. Bejo pertama adalah kamu bisa menjalin hubungan dengan dua orang perempuan sekaligus. Sedangkan bejo yang kedua, dua perempuan yang kamu pacari sama-sama tahu kalau mereka diduakan. Bejo jenis pertama mungkin bisa didapatkan oleh pria-pria lain di luaran sana, namun bejo jenis kedua, hanya pria istimewa yang saya pikir bisa mendapatkannya.
Begini, Budiiii...
Menjalin hubungan dengan dua orang wanita sekaligus, serta keduanya tahu sama tahu, sebenarnya bukanlah perkara yang selalu menggembirakan. Pada titik tertentu, ia akan menjadi begitu rumit dan dilematis. Kapan? tentu saja saat kamu merasa untuk mulai naik ke jenjang yang lebih serius. Karena saat itu lah kamu harus mulai memikirkan untuk memilih dan menentukan sikap. Dan agaknya, di fase ini lah kamu berada. kamu bingung untuk menentukan pilihan. Apakah memilih A, memilih B, memilih AB, atau memilih melepaskan dua-duanya, alias O. Aduuuh, ini wanita apa golongan darah sih ya.
Jadi begini, Budi yang bejo-nya naudzubillah..
Ada persepsi bahwa kekasih itu seperti Indomie: Satu kurang, dua kebanyakan. Maka, jika dalam situasi seperti yang kamu hadapi, saya akan menggunakan cara yang saya pakai untuk memperlakukan Indomie. Saya lebih memilih untuk mencoba mengenyangkan diri dengan satu Indomie, ketimbang harus mual karena perut saya dipaksa untuk menghabiskan dua porsi Indomie. Dengan mencoba mengenyangkan diri dengan satu Indomie, tentu saya bisa memberikan kesempatan kepada orang lain untuk merebus satu Indomie yang tersisa untuk bisa ia nikmati.
Begitupun dengan kondisimu sekarang. Saya akan menyarankanmu untuk serius menjalin hubungan dengan satu perempuan saja. Agar apa? agar kamu tidak repot. Ingat, salah satu sebab kenapa banyak bujangan merasa putus asa adalah karena banyaknya makhluk-makhluk nggragas seperti kamu ini. Yang kemaruk. Yang tak mau berbagi kepada orang lain. Yang selalu ingin punya dua padahal dengan satu pun sudah bisa bahagia.
Kalau kata kakang saya, mas Johnny Depp, “If you love two people at the same time, choose the second. Because if you really loved the first one, you wouldn’t have fallen for the second.” Jika kamu jatuh cinta pada dua wanita dalam waktu yang bersamaan, maka pilihlah yang kedua, sebab jika kamu benar-benar mencintai yang pertama, kau tak akan jatuh cinta pada yang kedua.
Ini mungkin menyakitkan, tapi jika memang Kamu ingin melangkah ke tahap yang lebih tinggi, cobalah untuk mulai serius memilih salah satu. Gunakan aneka pertimbangan yang menurutmu penting dan butuh. Pilih salah satu yang menurutmu lebih sreg, lebih manteb. Pokoknya pilih salah satu yang menurutmu lebih cocok. Saya tak tahu, parameter apa yang kamu gunakan, dirimu lebih tahu akan hal itu.
Sekali lagi, Budi. Saran saya, pilih salah satu, seriusi dia, dan jelaskan hal ini kepada dia yang lain.
Kalau poligami saja gimana, kangj? siapa tahu dengan poligami, saya bisa membagi cinta saya dengan adil kepada keduanya?
Poligami beungeutmu, nggak usah sok-sokan poligami. Poligami itu untuk lelaki yang sudah mampu. Ya mampu secara keadilan, mampu secara batin, dan yang jelas, mampu secara nafkah. Lha kamu sendiri kan tadi ngomong, “tidak kaya raya, biasa-biasa saja”, massa mau poligami. Kasihan nanti istri-istrimu, mereka bakal iri sama istri tetangga, masa istri tetangga mainan hape seri terbaru sedangkan istri-istrimu cuma bisa main kalkulator sama cipo'ah.
NB: #ceritain curhatanmu kirim ke ucupbenclung@gmail.com siapa tau kamu mendapat pencerahan/penggelapan
Komentar
Posting Komentar