MEA

Optimistis Jelang MEA (masyarakat ekonomi ASEAN)

Masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) akan digulirkan pada bulan desember 2015. Dampaknya adalah produk-produk asing, tenaga-tenaga kerja asing bisa dengan mudah masuk ke Indonesia begitu juga sebaliknya. Dampaknya positif ataukah negative??
Saya melihat ini adalah sebuah ancaman. Bagaimana tidak, sekarang saja produk-produk asing bisa kita jumpai dengan mudah dimana-mana. Ada iklan layanan masyarakat katanya “cintailah produk-produk dalam negri!!!”. Tapi pernahkah anda berbelanja ke sebuah minimarket/supermarket?. Perhatikanlah cara pramuniaga memperlakukan buah impor dan buah local.  Buah import seperti apel washington, jeruk mandarin selalu disimpan didalam lemari pendingin/cooler. Sementara buah local seperti rambutan, semangka, durian itu dibiarkan bergeletakan tidak pernah disimpan didalam lemari pendingin/cooler. Kenapa?
Apalagi kalau saya lihat penjual durian atau rambutan dipinggir jalan. Durian diikat, digantung oleh seutas tali, dibiarkan kepanasan, kena polusi kendaraan, dan semacamnya. Miris hati saya.
Andai saya mejadi sebuah Durian, saya ingin masuk cooler. saya ingin membunuh apel washington itu dengan duri yang saya miliki. Namun sayangnya tidak bisa. Apel washington itu dilindungi oleh kekuatan yang jauh lebih besar  dan lebih tajam dari duri yang saya miliki. Yaitu kapitalisme. Ini mungkin yang membedakan antara Undang-undang dan al qur’an. Uang tak bisa dipakai untuk melobi aturan Tuhan.
Dampak berikutnya adalah persaingan tenaga kerja local dan asing. Saya optimis bahwa sumber daya manusia (SDM) kita mempunyai kualitas untuk bersaing. Itu bisa dibuktikan dengan banyak juga anak-anak bangsa yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di internasional. Baik itu dibidang sains, technology, seni, budaya dan lain sebagainya.
Hanya saja mereka itu adalah kaum minoritas di negri ini. Pendidikan yang mahal membuat banyak diantara kita tidak bisa melanjutkan pendidikan - tidak punya keahlian – susah cari kerja – kemiskinan/kriminalitas. Logikanya adalah sekarang aja banyak orang-orang Indonesia susah cari kerja. Bahkan sarjana nganggur udah jadi pemandangan biasa. Gimana nanti ketika MEA bergulir, ??.

Tapi saya tetap optimis. Optimis untuk tidak terus-terusan pesimis. 

Komentar